Kolaborasi 4 Fakultas di Unpad dalam Meningkatkan Motorik Halus Anak Tunagrahita

12 Juni 2017 – Pelatihan Carving oleh tim BOM-BOM CAR Unpad
bersama siswa Tuna Grahita di SLB BC Fadhilah Sumedang

 

Seringkali orangtua tidak menyadari bahwa buah hatinya mengalami gangguan perkembangan. Perkembangan setiap anak memang memiliki keunikan sendiri, akan tetapi keunikan ini seringkali justru membuat orangtua lengah mengontrol perkembangan anaknya, terutama perkembangan motorik yang sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Motorik terdiri dari dua hal, motorik kasar yang berperan dalam penggunaan otot besar seperti berjalan dan motorik halus dalam menggunaan otot kecil seperti menulis. Menurut Hurlock (2006), motorik halus sangat penting bagi anak karena semakin banyak keterampilan motorik yang dimiliki semakin baik pula penyesuaian sosial yang dapat dilakukan anak dan semakin baik pula prestasinya.

Pada umumnya, kemampuan motorik halus berkembang bahkan sejak usia 8 minggu. Dalam perkembangannya, seseorang dapat mengalami masalah motorik halus yang mana banyak dijumpai pada anak-anak yang mengalami disabilitas intelektual atau di Indonesia dikenal dengan sebutan tunagrahita. Menurut suatu penelitian (Francis & Rarick 1959; Rarick 1973; Bouffard 1990; dalam Pieter, 2010), anak-anak tunagrahita menunjukkan perkembangan yang lambat dalam kemampuan motoriknya. Misalnya, mereka mengalami perkembangan yang lebih lambat tiga sampai lima tahun dari anak-anak normal seusianya (Rarick, 1973, dalam Pieter 2010). Semakin serius tingkat retardasi mental, semakin buruk pula kemampuan motorik halusnya (Annet, 1953; Cantor, 1951; dalam Wall, 1976). Namun hal ini dapat diminimalisasi dengan mengoptimalkan  stimulasi kemampuan motorik halus.

Kolaborasi yang dilakukan oleh empat fakultas di Universitas Padjadjaran terdiri dari Fakultas Psikologi, Fakultas Kedokteran,  Fakultas Kedokteran Gigi, dan Fakultas Matematika dan IPA menghasilkan suatu program pengabdian kepada masyarakat yang dinamai dengan program BOM-BOM CAR yaitu belajar olah motorik halus melalui carving pada anak tunagrahita yang berlangsung dari bulan April hingga Mei 2017 di SLB BC Fadhilah. Program ini berfokus pada bagaimana membantu anak tunagrahita meningkatkan kemampuan motorik halusnya melalui metode observational learning yang disusun dalam 16 pertemuan dengan berbagai aktivitas untuk menstimulasi motorik anak dan dikemas dalam bentuk modul, BBC BOX, serta video tutorial yang memudahkan pelaksanaan program. Sebelum melakukan pelatihan BOM-BOM CAR, dilakukan terlebih dahulu assessment kemampuan motorik anak sesuai dengan milestonenya yang terdiri dari 30 perilaku. Kemudian hal tersebut akan diukur kembali setelah pelatihan berakhir. Hasil assessment ini kemudian dijadikan acuan dalam pembuatan kurikulum pelatihan selama 16 kali pertemuan dari tingkat yang mudah hingga tingkat yang sulit yaitu meng-carving lilin menjadi bentuk es krim.

Tim BOM BOM CAR Bersama Dosen Pembimbing

 

Evaluasi peningkatan kemampuan motorik halus pada anak tunagrahita diukur dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test. Pada program ini terbukti dapat membantu meningkatkan kemampuan motorik halus anak yaitu sebanyak 42,05% (dari 41,538 menjadi 83,589%), dengan kata lain program ini berpotensi untuk diduplikasi di SLB lainnya. Program ini disambut baik oleh pihak Sekolah SLB BC Fadhilah sehingga Tim PKM-M ini diajak berkolaborasi dengan seluruh SLB yang ada di Tanjungsari untuk memberikan pelatihan kepada seluruh anak tunagrahita di SLBnya. Selain itu, pihak sekolah juga bermaksud mengadaptasi program ini menjadi salah satu ekstrakulikuler ataupun pelajaran tambahan. Kegiatan yang dilakukan Tim PKM-M ini ternyata juga mendapat sambutan yang baik oleh Komunitas The-Able Creative. “Syukurlah, kegiatan ini bermanfaat. Bahkan, kami sempat mendapat tawaran untuk melakukan pelatihan olah motorik kepada Komunitas The-Able Creative. Semoga ini bisa menjadi langkah awal yang baik dalam membantu anak-anak tunagrahita. Kedepannya, diharapkan mereka dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik dan mendorong menjadi manusia yang produktif, terlebih dengan adanya bonus demografi yang dimiliki oleh Indonesia pada generasi saat ini.”, ungkap Millah.

 

Penulis

Tim BOM-BOM CAR UNPAD