Ngariung & Lokakarya Untuk Kebersamaan MIPA

10989147_1007690955925608_5144059294516755450_n

Belakangan ini BEM FMIPA Unpad sedang gencar-gencarnya menyatukan Lembaga kemahasiswaan yang ada di FMIPA unpad melalui kabinet semangat 2015-nya . 23-24 januari 2015 kemarin BEM FMIPA Unpad telah melaksanakan program kerja pertamanya yaitu “MIPA NGARIUNG “. Apa itu MIPA NGARIUNG?. kata NGARIUNG diambi dari bahasa sunda yang artinya BERKUMPUL jadi MIPANGARIUNG ini merupakan sebuah kegiatan yang mengumpulkan semua Lembaga-lembaga Kemahasiswaan yang ada di Fakultas MIPA Unpad.namun sayang, kegiatan yang berisikan penyolidan Lembaga kemahasiswaan yang ada di  FMIPA Unpad, Lokakarya dan pengesahan MoU ini tidak di hadiri oleh Himpunan dari jurusan Geofisika baik dari badan eksekutifnya ataupun legislatifnya.

 

lalu, kenapa harus ada penyolidan antar LK?apakah LK yang ada di FMIPA unpad belum mencapai kata solid? Acara yang rutin dilaksanakan di awal kepengurusan baru ini sekarang tampil dengan isi yang berbeda yaitu dengan adanya penyolidan antar LK. Penyolidan ini bertujuan untuk lebih mempererat hubungan antar LK. Tak hanya itu dalam penyolidan ini juga para petinggi LK membagi pengalamannya kepada seluruh peserta MIPA NGARIUNG dengan pembawaan yang diselingi dengan gurauan lucu yang khas. dan tujuan utama dari penyolidan ini yaitu terciptanya suasana yang harmonis antar LK FMIPA Unpad dengan semangat kebersamaan. Dan karna semua LK FMIPA unpad tampil dengan kepengurusan baru di 2015 ini,maka perlu juga adanya penyolidan untuk semua karakter kepengurusan yang baru. “penyolidan ini menjadi langkah awal kebersamaan MIPA kita.” Ujar Presiden FMIPA Unpad Hafizh Noor Esa dalam pidato sambutan singkatnya (23-01-2015).

Sementara itu kegiatan MIPA NGARIUNG ini juga di ramaikan dengan agenda pembahasan time line proker(program kerja)  besar LK FMIPA Unpad. Agenda ini dibahas dalam sub-kegiatan MIPANGARIUNG yaitu “Lokakarya”.tujuan dari lokakarya ini yaitu mensinergiskan program kerja tiap mentri dan mencegah terjadinya pelaksaan proker besar LK diwaktu yang bersamaan.

MIPA NGARIUNG ini di tutup dengan pengesaha MoU(Momerandum of Undestanding) .MoU itu sendiri berisikan kesepakatan event/proker LK dan juga sanksi-sanksi untuk pelanggaran kesepakatan. Acara yang di pandu oleh ketua BPM itu berjalan cukup alot, terutama pada pembahasan sanksi pelanggaran dikarenakan batas sanksi maksimal di anggap terlalu besar dan memberatkan untuk Himpunan. Setelah beradu mulut lama akhirnya MoU tersebut disepakati oleh seluruh Lembaga Kemahasiswaan yang hadir dan MoU ini disahkan dengan simbol hitam diatas putih dari Lembaga-Lembaga kemahasiswaan FMIPA Unpad.dan inilah sejarah baru terukir di 2015 dimana inilah MoU Pertama dalam sejarah Organisasi FMIPA Unpad. “LUAR BIASA!! Ini pertama kalinya MIPA berhasil menghasilkan MoU sinergisitas. Dari dulu selalu ada upaya adanya perjanjian tapi tidak pernah terealisasi.”- Ujar Hafizh.

Lalu,apakah MoU ini akan menjadi pedoman kesepakatan yang dipatuhi semua LK atau malah sebaliknya? Jika melihat ke tahun sebelumnya, untuk semua pelanggaran diserahkan ke badan legislatif masing masing LK-nya.sehingga sulit jika kita katakan kesepakatannya di patuhi atau tidaknya karena kita semua tidak bisa memonitoring tentang ini. “Harapannya kita semua bisa menghargai, menghormati, menjunjung tinggi MoU yg sudah kita sepakati bersama.”ucap hafizh. Tentunya kita juga berharap semua lembaga kemahasiswaan FMIPA unpad patuh dengan MoU yang sudah disepakatinya dan semoga Lokakarya ini bukan hanya sekedar formalitas tuntutan proker semata.