UKT Unpad; Naik, Turun, Atau…?

ukt

UKT adalah singkatan dari Uang Kuliah Tunggal, yang merupakan nama dari sebuah sistem pembayaran yang saat ini berlaku di seluruh PTN. Ketentuan ini berdasarkan Permendikbud No. 55 Tahun 2013 Pasal 1 Ayat 3, yakni “Setiap mahasiswa hanya membayar satu komponen saja (bernama UKT)“. Sama seperti PTN lainnya, mulai tahun 2013, Unpad juga menerapkan sistem Uang Kuliah Tunggal (UKT). Jadi, semua komponen pembiayaan seperti uang gedung, SPP, uang almamater, uang praktikum, dan biaya-biaya pokok atau penunjang lain dilebur menjadi satu dan dibagi rata dalam 8 semester. Kemudian dari total pembiayaan kuliah, dibuat layering/kelompok untuk masing-masing mahasiswa sesuai dengan kemampuan orang tua/wali. Sistem UKT ini berarti tidak ada pungutan lain selain jumlah yang yang telah ditetapkan.

UNPAD membagi UKT menjadi 5 kelompok/layering, yaitu UKT 1, UKT 2, UKT 3, UKT 4, dan UKT 5. Pada tahun 2014, besaran UKT 1 di UNPAD yaitu 0 – Rp 500.000,- per semester, termasuk di dalamnya mahasiswa yang mengajukan beasiswa Bidikmisi. UKT 2 sebesar Rp 1.000.000,- per semester, UKT 3 sebesar Rp 2.500.000,- per semester. Besaran UKT 1 sampai dengan UKT 3 sama untuk semua jurusan, sedangkan UKT 4 dan UKT 5 besarannya bervariasi tiap jurusan. UKT 4 berada pada kisarean Rp 3.500.000,- per semester sampai dengan Rp 9.000.000,- per semester. UKT 5 berada pada kisaran Rp 5.000.000,- per semester sampai dengan Rp 13.000.000,- per semester.

Akan tetapi pada tahun 2013, terjadi kesalahpahaman antara pihak Unpad dengan calon mahasiswa baru kala itu. Mahasiswa baru tahun angkatan 2013 yang masuk lewat jalur SNMPTN memang dikenakan biaya UKT yang disesuaikan dengan kemampuan orang tua masing-masing. Yang menjadi masalah adalah mahasiswa baru yang masuk lewat jalur SBMPTN, mereka dikenakan biaya UKT Kelompok UKT 5 (kelompok UKT paling mahal yang berada pada kisaran Rp 5.000.000,- per semester sampai dengan Rp 13.000.000,- per semester). Mengapa hal ini bisa terjadi? Padahal tentu tidak semua kemampuan orang tua mahasiswa yang masuk lewat jalur SBMPTN berasal dari golongan yang mampu. Setelah melalui beberapa kali audiensi dengan pihak rektorat, ternyata permasalahannya adalah Unpad menganggap SBMPTN 2013 adalah Seleksi Masuk Universitas Padjadjaran lewat jalur mandiri sehingga pantaslah mahasiswa dikenakan biaya UKT yang paling mahal.

Untuk angkatan 2014 dan 2015, baik mahasiswa baru yang masuk lewat jalur SNMPTN maupun SBMPTN, dikenakan biaya UKT yang disesuaikan dengan kemampuan orang tua masing-masing. Kendati demikian, hal ini bukan tanpa masalah, banyak calon mahasiswa yang salah menginputkan data kemampuan orang tuanya sehingga berdampak pada tidak sesuainya biaya UKT yang dikenakan padanya. Hal ini menyebabkan beberapa mahasiswa mengeluhkan biaya UKT yang dirasa memberatkan dan meminta penurunan biaya UKT.

Sepanjang tahun 2014 dan 2015, terjadi beberapa kali penyesuaian ulang biaya UKT bagi mahasiswa yang merasa keberatan, tentunya dengan menyertakan penyebab-penyebab mengapa mereka merasa keberatan. Namun untuk tahun 2016, beredar kabar bahwa penyesuaian biaya UKT tidak akan diberlakukan lagi. Jadi, mahasiswa yang merasa keberatan akan dibantu dengan cara dialihkan ke beasiswa yang tersedia, sehingga tidak akan mengganggu stabilitas keuangan Unpad. (Reynyah)
.
.
.
________________________________________
Sumber:
•    http://www.infounpad.com/2014/07/biaya-kuliah-di-unpad.html
•    http://www.unpad.ac.id/2013/03/mahasiswa-baru-unpad-membayar-uang-kuliah-tunggal-ukt/